Skip to main content

Posts

Koran Kompas Salah Cetak

Apakah Kalian Termasuk yang Menengok Koran Kompas Hari Ini? oleh: Deza Zakiyah Seperti biasa, pagi ini selembaran Koran sudah ada di meja kantor saya Seperti biasa juga saya hanya mengacuhkan dan memindahkan Koran tersebut ke meja manager saya untuk dibaca oleh orang lain Saya lebih senang membaca berita dalam bentuk digital, mungkin kalian sudah tahu alasan saya lebih memilih berita genggam. Namun, hari ini ada yang berbeda dengan Koran kelas premium ini Di sosial media berbondong-bondong mengomentari Koran Kompas karena lorem ipsum. Lorem ipsum sendiri disebut dummy text adalah teks standar yang ditempatkan untuk mendemontrasikan prestasi visual seperti font, tipografi, dan tata letak. Bisa disebut juga tulisan sementara dalam isi layout desain, ya kesimpulannya saya saja baru tau kesalahan cetak itu istilah redaksinya adalah   lorem ipsum. Meskipun berita dalam bentuk cetak seperti ini omsetnya turun hingga 50%, Koran Kompas tetap memiliki pembac...
Recent posts

Puisi "AKU DIMANA KAMU KEMANA"

Aku dimana Kamu kemana  oleh Deza Zakiyah S eolah kamu masih di sebelah. W aktu kupegang tanganmu, tak tahunya kosong G elas kosong adanya... N owhere I just know, i domicile in a place that give a tranquility i s that inside u?   Pulang lah..   P asti pulang K e rumah di mana tempat tidur hangat membuka dekapannya M usik melesap mengisi tiap bocor dalam mimpiku S erta tiupan nafas halus yang memberiku oksigen hidup... di rumah...itu, rumah itu.. Ok Selamat tidur dan s elamat malam  R umah dengan jendela daun-daun kedinginan A tap yang berserak bintang D ipan kayu yang senyap, beku M usik binatang malam di lengking knalpot angkot S erta nafas malaikat yang berbisik... "Ok...selamat tidur dan selamat malam" juga..

Puisi "CINTA WAJIB JUJUR"

  untukku Deza Zakiyah Cinta Wajib Jujur Cinta m e m ang g t i d a k wajib memilik i Perasaan wajib kadang menciptakan perangkap juga Tapi cinta y ang jujur wajib sejati Karena dengannya nasib akan berpihak padanya Duh...D ik , siapa yg beruntung, beruntung itu?

Puisi "PANIKTITANIK"

untukku Deza Zakiyah Paniktitanik Mataku hampa kaku Laut pelan menelan tubuhku Tulang dan darah beku Di dingin kutub terpaku. Gunung es itu  pun rusak Kapalku keras menabrak Dan pesta hancur tak terelak Tawa kini puing berserak. Kupandang wajahmu pasi Menjauh dari mata mimpi Seperti sisa anggur di palka Sirna di misteri samudera Ingatan padamu kini maut Hidup tinggal sakit kupagut Di tubuh yg terkubur laut Menyisa waktu melulu tunggu Jiwa kosong bilakah bertaut. Gelap...hitam semua pandang Kelam...sunyi di semua kenang Jiwa mati tahu, kamu seorang Bagi hidup kini mayat tergenang Selamat tinggal...selamat datang Diri yang segala hilang. Datangnya radar kebisuan malaikha 19-03-16

Ruang (puisi) Pilihan - "Surat Pulang"

oleh Joko Pinurbo disukai Deza Zakiyah SURAT pULANG Tenanglah.  Aku tak pernah mengharap oleh-oleh dari orang yang hidupnya susah Kamu bisa pulang dengan rindu yang masih utuh saja sudah merupakan berkah Pulang ya pulang saja. Tak usah repot-repot membawa buah tangan yang hanya akan membuat tanganku gemetar dan mataku basah Aku tahu, Kepalamu kian berat dan hidupmu bertambah penat Mau selonjoran ongkang-ongkang saja kamu tak sempat Pernah aku jauh-jauh pergi untuk menemuimu dan tak bisa menemukanmu Dimanakah kamu? Kemanakah kamu? ealaaaah, ternyata kamu sedang beribadah di akunmu Pulanglah dengan girang jika pulang adalah menulis ulang sajak yang rumpang.