Skip to main content

Puisi "AKU DIMANA KAMU KEMANA"

Aku dimana Kamu kemana
 oleh Deza Zakiyah

Seolah kamu masih di sebelah.
Waktu kupegang tanganmu, tak tahunya kosong
Gelas kosong adanya...
Nowhere
I just know, i domicile in a place that give a tranquility
is that inside u? 

Pulanglah.. 

Pasti pulang
Ke rumah di mana tempat tidur hangat membuka dekapannya
Musik melesap mengisi tiap bocor dalam mimpiku
Serta tiupan nafas halus yang memberiku oksigen hidup...
di rumah...itu, rumah itu..


Ok
Selamat tidur dan selamat malam 


Rumah dengan jendela daun-daun kedinginan
Atap yang berserak bintang
Dipan kayu yang senyap, beku
Musik binatang malam di lengking knalpot angkot
Serta nafas malaikat yang berbisik...
"Ok...selamat tidur dan selamat malam" juga..

Comments

Popular posts from this blog

Koran Kompas Salah Cetak

Apakah Kalian Termasuk yang Menengok Koran Kompas Hari Ini? oleh: Deza Zakiyah Seperti biasa, pagi ini selembaran Koran sudah ada di meja kantor saya Seperti biasa juga saya hanya mengacuhkan dan memindahkan Koran tersebut ke meja manager saya untuk dibaca oleh orang lain Saya lebih senang membaca berita dalam bentuk digital, mungkin kalian sudah tahu alasan saya lebih memilih berita genggam. Namun, hari ini ada yang berbeda dengan Koran kelas premium ini Di sosial media berbondong-bondong mengomentari Koran Kompas karena lorem ipsum. Lorem ipsum sendiri disebut dummy text adalah teks standar yang ditempatkan untuk mendemontrasikan prestasi visual seperti font, tipografi, dan tata letak. Bisa disebut juga tulisan sementara dalam isi layout desain, ya kesimpulannya saya saja baru tau kesalahan cetak itu istilah redaksinya adalah   lorem ipsum. Meskipun berita dalam bentuk cetak seperti ini omsetnya turun hingga 50%, Koran Kompas tetap memiliki pembac...

Ruang (puisi) Pilihan - "Surat Pulang"

oleh Joko Pinurbo disukai Deza Zakiyah SURAT pULANG Tenanglah.  Aku tak pernah mengharap oleh-oleh dari orang yang hidupnya susah Kamu bisa pulang dengan rindu yang masih utuh saja sudah merupakan berkah Pulang ya pulang saja. Tak usah repot-repot membawa buah tangan yang hanya akan membuat tanganku gemetar dan mataku basah Aku tahu, Kepalamu kian berat dan hidupmu bertambah penat Mau selonjoran ongkang-ongkang saja kamu tak sempat Pernah aku jauh-jauh pergi untuk menemuimu dan tak bisa menemukanmu Dimanakah kamu? Kemanakah kamu? ealaaaah, ternyata kamu sedang beribadah di akunmu Pulanglah dengan girang jika pulang adalah menulis ulang sajak yang rumpang.