Skip to main content

Puisi "Tergugah"

oleh Deza Zakiyah

Tergugah

Bibirmu yang sex-si
pernah mendarat di bibirku Selasa pagi
Sayu matamu
Membelai-belai pipiku 
Menggesekkan bulunya dengan manja nan syahdu
Tiba-tiba satu jam berlalu
Kertas ini kosong melulu
Namun otakku
Sudah terlalu penuh dengan rindu
Akarnya menjalar ke seluruh sel dalam tubuhku
Terkujur kaku
Membuatku seperempat gila akan hal itu
Malam masihlah sama; sunyi
Tepat pukul lonceng berbunyi
Hansip memukuli tiang-tiang tinggi
Dentumnya menggetarkan nurani
Sekarang ini
Tubuh penuh luka sebab rindu terus menggerogoti~


Z|Menes|17

Comments

Popular posts from this blog

Koran Kompas Salah Cetak

Apakah Kalian Termasuk yang Menengok Koran Kompas Hari Ini? oleh: Deza Zakiyah Seperti biasa, pagi ini selembaran Koran sudah ada di meja kantor saya Seperti biasa juga saya hanya mengacuhkan dan memindahkan Koran tersebut ke meja manager saya untuk dibaca oleh orang lain Saya lebih senang membaca berita dalam bentuk digital, mungkin kalian sudah tahu alasan saya lebih memilih berita genggam. Namun, hari ini ada yang berbeda dengan Koran kelas premium ini Di sosial media berbondong-bondong mengomentari Koran Kompas karena lorem ipsum. Lorem ipsum sendiri disebut dummy text adalah teks standar yang ditempatkan untuk mendemontrasikan prestasi visual seperti font, tipografi, dan tata letak. Bisa disebut juga tulisan sementara dalam isi layout desain, ya kesimpulannya saya saja baru tau kesalahan cetak itu istilah redaksinya adalah   lorem ipsum. Meskipun berita dalam bentuk cetak seperti ini omsetnya turun hingga 50%, Koran Kompas tetap memiliki pembac...

Cerpen "MARWA DALAM DUKA"

oleh Deza Zakiyah   MARWAH DALAM DUKA Remaja.. Kisah ini melanjutkan kisah saya di SMP, saat ini usia saya 20 tahun, dan ketika saya berumur 15 tahun saya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas di daerah kabupaten Tangerang.  Perkenalkan nama saya Marwa, seorang gadis dengan hidup aral melintang berbalut duka selalu ia lewati. Ketika saya duduk di bangku SMP, saya memiliki banyak teman dekat, perempuan mau pun laki-laki, saya sangat senang menjalin pertemanan dengan siapa pun, sehingga teman saya tidak hanya di lingkup sekolah saja, di lingkungan masyarakat tempat saya tinggal juga ada, bahkan di sekolah-sekolah lain pun saya memiliki banyak teman. Kelulusan di SMP pun sudah saya lewati, sama seperti remaja lainnya. Saya pun merayakan kegembiraan bersama teman-teman terdekat saya, hanya sekadar menongkrong bersama, tertawa sembari berangan bersama kemana kita akan melanjutkan sekolah. Setelah melewati libur panjang, saya dan teman terdekat saya yaitu Euis dan B...