Skip to main content

Posts

Puisi "AKU DIMANA KAMU KEMANA"

Aku dimana Kamu kemana  oleh Deza Zakiyah S eolah kamu masih di sebelah. W aktu kupegang tanganmu, tak tahunya kosong G elas kosong adanya... N owhere I just know, i domicile in a place that give a tranquility i s that inside u?   Pulang lah..   P asti pulang K e rumah di mana tempat tidur hangat membuka dekapannya M usik melesap mengisi tiap bocor dalam mimpiku S erta tiupan nafas halus yang memberiku oksigen hidup... di rumah...itu, rumah itu.. Ok Selamat tidur dan s elamat malam  R umah dengan jendela daun-daun kedinginan A tap yang berserak bintang D ipan kayu yang senyap, beku M usik binatang malam di lengking knalpot angkot S erta nafas malaikat yang berbisik... "Ok...selamat tidur dan selamat malam" juga..

Puisi "CINTA WAJIB JUJUR"

  untukku Deza Zakiyah Cinta Wajib Jujur Cinta m e m ang g t i d a k wajib memilik i Perasaan wajib kadang menciptakan perangkap juga Tapi cinta y ang jujur wajib sejati Karena dengannya nasib akan berpihak padanya Duh...D ik , siapa yg beruntung, beruntung itu?

Puisi "PANIKTITANIK"

untukku Deza Zakiyah Paniktitanik Mataku hampa kaku Laut pelan menelan tubuhku Tulang dan darah beku Di dingin kutub terpaku. Gunung es itu  pun rusak Kapalku keras menabrak Dan pesta hancur tak terelak Tawa kini puing berserak. Kupandang wajahmu pasi Menjauh dari mata mimpi Seperti sisa anggur di palka Sirna di misteri samudera Ingatan padamu kini maut Hidup tinggal sakit kupagut Di tubuh yg terkubur laut Menyisa waktu melulu tunggu Jiwa kosong bilakah bertaut. Gelap...hitam semua pandang Kelam...sunyi di semua kenang Jiwa mati tahu, kamu seorang Bagi hidup kini mayat tergenang Selamat tinggal...selamat datang Diri yang segala hilang. Datangnya radar kebisuan malaikha 19-03-16

Ruang (puisi) Pilihan - "Surat Pulang"

oleh Joko Pinurbo disukai Deza Zakiyah SURAT pULANG Tenanglah.  Aku tak pernah mengharap oleh-oleh dari orang yang hidupnya susah Kamu bisa pulang dengan rindu yang masih utuh saja sudah merupakan berkah Pulang ya pulang saja. Tak usah repot-repot membawa buah tangan yang hanya akan membuat tanganku gemetar dan mataku basah Aku tahu, Kepalamu kian berat dan hidupmu bertambah penat Mau selonjoran ongkang-ongkang saja kamu tak sempat Pernah aku jauh-jauh pergi untuk menemuimu dan tak bisa menemukanmu Dimanakah kamu? Kemanakah kamu? ealaaaah, ternyata kamu sedang beribadah di akunmu Pulanglah dengan girang jika pulang adalah menulis ulang sajak yang rumpang.

Cerpen "MARWA DALAM DUKA"

oleh Deza Zakiyah   MARWAH DALAM DUKA Remaja.. Kisah ini melanjutkan kisah saya di SMP, saat ini usia saya 20 tahun, dan ketika saya berumur 15 tahun saya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas di daerah kabupaten Tangerang.  Perkenalkan nama saya Marwa, seorang gadis dengan hidup aral melintang berbalut duka selalu ia lewati. Ketika saya duduk di bangku SMP, saya memiliki banyak teman dekat, perempuan mau pun laki-laki, saya sangat senang menjalin pertemanan dengan siapa pun, sehingga teman saya tidak hanya di lingkup sekolah saja, di lingkungan masyarakat tempat saya tinggal juga ada, bahkan di sekolah-sekolah lain pun saya memiliki banyak teman. Kelulusan di SMP pun sudah saya lewati, sama seperti remaja lainnya. Saya pun merayakan kegembiraan bersama teman-teman terdekat saya, hanya sekadar menongkrong bersama, tertawa sembari berangan bersama kemana kita akan melanjutkan sekolah. Setelah melewati libur panjang, saya dan teman terdekat saya yaitu Euis dan B...